Sabtu, Maret 21, 2009

Madu dapat meredakan sinusitis kronis

Beijing (ANTARA/Xinhuanet-OANA) - USC University Hospital melaporkan bahwa madu dapat membantu meredakan sinusitis kronis.

ADVERTISEMENT

Satu studi laboratorium yang dilakukan di University of Ottawa menemukan bahwa "penghapus kuman alamiah" yang terkandung di dalam madu dapat membunuh bateri yang mengakibatkan sinusitis".

Beberapa peneliti menguji-coba madu pada bahan "biofilm" yang berisi bakteri sinusitis, dan mendapati bahwa madu sesungguhnya lebih efektif dalam membunuh bakteri dibandingkan dengan anti-biotik, yang digunakan secara tradisional.

Direktur Pediatric Clinical Research di Penn State, Dr. Ian Paul, mengomentary studi baru tersebut. "Bakteri tidak berkembang secara baik di dalam madu! Ada data bahwa madu mujarab untuk mengobati luka, dalam memusnahkan bakteri yang berkembang pada luka. Jadi sama sekali tidak mengejutkan bahwa madu akan efektif dalam membunuh bakteri ini."

Dr. Paul dan satu tim di Penn State College of Medicine menyelesaikan satu studi lain tahun lalu, yang mendapati bahwa madu lebih efektif dibandingkan dengan obat batuk komersial dalam meredakan batuk pada anak-anak.

Ada dua jenis madu yang ditemukan para peneliti Kanada tersebut terbukti paling efektif terhadap sinusitis: madu Manuka dari Selandia Baru dan madu Sidr dari Yaman

Selasa, Januari 20, 2009

Kiat Memilih Bisnis MLM

Multi Level Marketing atau MLM belakangan ini memang banyak dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mencari penghasilan tambahan. Apakah anda salah satunya? Intip kiat ini untuk panduan Anda berbisnis!

Banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkan waktu luangnya di rumah untuk berbisnis MLM. Bahkan ada lho, yang menjadikan bisnis MLM sebagai penghasilan utamanya. Namun, semua itu bisa terjadi jika sudah sukses pada level tertentu dari jaringan MLM yang diikuti.

Sebenarnya MLM itu apa sih? MLM adalah sebuah bisnis pemasaran atas suatu produk yang dilakukan melalui banyak tingkatan atau level, yang sering disebut dengan up-line (tingkat atas) dan down-line (tingkat bawah). Gampangnya sih, sistem pemasaran dan penjualan atas suatu produk dengan menggunakan sistem jaringan atau networking. Up-line diharuskan untuk mencari down-line sebanyak-banyaknya agar mendapatkan bonus yang berlipat.

Di Indonesia, bisnis MLM makin berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun yang menunjukkan bisnis ini mempunyai prospek yang cukup cerah di Indonesia. Alasannya, makin berkembangnya naluri wirausaha saat ini membuat orang berlomba-lomba bekerja keras untuk masa depan yang lebih baik. Kemudian budaya persahabatan dan networking di Indonesia memungkinkan bisnis MLM yang tumbuh dari jaringan dapat berkembang pesat. Faktor pendukung lain di tengah jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin membengkak, bisnis MLM ini bisa menjadi solusi karena mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas.

Uniknya, bisnis MLM tidak seperti bisnis lainnya yang membutuhkan modal yang besar dan kemampuan yang tinggi. Setiap orang dari latar belakang apa pun dapat menjalankan bisnis ini. Karena suatu manajemen yang mengelola MLM biasanya akan memberikan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, baik itu berupa seminar, maupun pelatihan langsung mengenai teknik-teknik pemasaran untuk menjalankan bisnis tersebut.

Lalu perusahaan MLM yang manakah yang sebaiknya kita pilih? Berikut tips khusus untuk Anda :

1. Perusahaan MLM yang dipilih sebaiknya yang tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia). APLI adalah sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM. Belum bakunya aturan hukum di Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan di antara perusahaan MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dengan APLI harus memenuhi sejumlah persyaratan dan mendapat sertifikasi.

Mereka yang yang menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung. Karena itulah, lewat APLI, kita juga bisa mengenali mana perusahaan yang MLM dan yang bukan. Maklum, saat ini juga ada banyak perusahaan yang bukan MLM, tetapi ikut mengaku-aku sebagai MLM untuk menarik dana dari masyarakat. Hati-hati lho akan hal ini.

2. Bila Anda ingin memiliki pelanggan tetap, maka pilihlah perusahaan yang tidak hanya menawarkan barang dan jasa yang seragam, tetapi pilihlah yang memiliki aneka ragam barang dan jasa untuk ditawarkan; dan yang terpenting, memiliki jaminan atas kualitas barang dan jasa yang dijualnya agar bisa ditukar apabila tidak sesuai dengan kualitas yang sebenarnya.

3. Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki sistem keberhasilan untuk bisa sukses, di mana sistem tersebut sebaiknya harus sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil. Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali. Sistem yang baik biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha, seperti buku-buku kepribadian, kaset-kaset yang memberikan motivasi dan teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri. Jika ada perusahaan MLM yang menawarkan janji manis hasil besar tanpa harus kerja keras, sebaiknya Anda tinggalkan saja.

4. Nah yang terakhir, untuk menunjukkan suatu perusahaan MLM bonafide atau tidak adalah minimal dengan melihat apakah perusahaan tersebut diterima secara nasional sistem bisnisnya. Biasanya, mereka juga akan mengutarakan visi-misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan distributornya.

Dengan demikan, harapan saya, penjelasan di atas dapat dijadikan acuan bagi Anda yang berminat untuk menjadikan bisnis MLM sebagai sarana untuk mencari penghasilan tambahan. Sebagai tambahan, kunci kesuksesan bisnis MLM adalah konsisten karena bisnis MLM dibangun dengan jaringan, dan jaringan itu hanya akan terbangun jika terus-menerus dibentuk. Jika Anda tinggalkan di tengah jalan, mungkin Anda harus mulai dari awal lagi untuk membangunnya kembali.


Cheers...


"dikutip dari id.news.yahoo.com/kmps/20090116/tls-kiat-memilih-bisnis-mlm-8d16233.html

Jumat, Desember 12, 2008

9 Tipe Kepribadian Entrepreneur - Yang Manakah Tipe Anda ?

Salah satu yang tak kalah menariknya untuk saya bagi adalah mengetahui
tipe-tipe kepribadian pebisnis, agar kita bisa tahu apa yang
kita butuhkan untuk sukses. Apakah Anda memiliki tipe yang
sama dengan Bill Gates yang visioner atau improver seperti Anita
Roddick
, pendiri Body Shop? Baca saja, tipe-tipe kepribadian
seorang pebisnis di bawah ini.

9 Tipe Kepribadian Entrepreneur --
Yang Manakah Tipe Kepribadian Anda?


1. The Improver.
Anda memiliki kepribadian ini jika Anda menjalankan bisnis dengan
menonjolkan gaya improver alias ingin selalu memperbaiki.
Anda menggunakan perusahaan Anda untuk memperbaiki dunia.
Improver memiliki kemampuan yang kokoh dalam menjalankan bisnis.
Mereka juga memiliki intergritas dan etika yang tinggi.

Personality Alert: Waspadai sifat Anda yang cenderung menjadi perfeksionis dan terlalu
kritis terhadap karyawan dan pelanggan Anda.
Contoh Entrepreneur: Anita Roddick, pendiri The Body Shop.

2. The Advisor.
Tipe kepribadian pebisnis seperti ini bersedia memberikan
bantuan dan saran tingkat tinggi bagi para pelanggannya.
Motto dari advisor ini yaitu pelanggan adalah benar dan kita
harus melakukan apa saja untuk menyenangkan mereka.

Personality Alert: Seorang advisor bisa jadi terlalu fokus pada kebutuhan bisnis mereka
dan pelanggan, sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan
mereka sendiri dan bisa-bisa malah cape hati sendiri.
Contoh Entrepreneur: John W. Nordstrom, pendiri Nordstorm.

3. The Superstar.
Inilah bisnis yang pusatnya dikelilingi oleh karisma dan energi
tinggi dari Sang CEO Superstar. Pebisnis dengan kepribadian
seperti ini biasanya membangun bisnis mereka dengan personal
brand
mereka sendiri.

Personality Alert: Pebisnis dengan tipe ini bisa menjadi terlalu kompetitif dan workaholics.
Contoh Entrepreneur: Donald Trump, CEO Trump Hotels & Casino Resorts.

4. The Artist.
Kepribadian pebisnis seperti ini biasanya senang menyendiri
tapi memiliki kreativitas yang tinggi. Mereka biasanya sering
kali ditemukan di bisnis yang membutuhkan kreativitas seperti
pada perusahaan agen periklanan, web design, dll.

Personality Alert: Pebisnis tipe ini bisa jadi terlalu sensitif terhadap respon pelanggan
Anda, walaupun kritik dari mereka bersifat membangun.
Contoh Entrepreneur: Scott Adams, pendiri dan penggagas Dilbert.

5. The Visionary.
Sebuah bisnis yang dibangun oleh seorang visioner biasanya
berdasarkan visi masa depan dan pemikiran pendirinya. Anda
memiliki keingintahuan yang tinggi untuk mengerti dunia di
sekeliling Anda dan akan membuat rencana untuk menghindari
segala macam rintangan.

Personality Alert: Seorang visioner bisa jadi terlalu fokus pada mimpi mereka dan
kurang berpijak pada realitas. Dan jangan lupa, menyertai visi Anda
dengan melakukan tindakan nyata.
Contoh Entrepreneur: Bill Gates, pendiri MicroSoft Inc.

6. The Analyst.
Jika Anda menjalankan bisnis sebagai seorang analis, perusahaan
Anda biasanya memfokuskan pada penyelesaian masalah dalam
suatu cara sistematis. Seringkali berbasis pada ilmu pengetahuan,
keahlian teknis atau komputer, seorang analis perusahaan biasanya
hebat dalam memecahkan masalah.

Personality Alert: Hati-hati dengan kelumpuhan analisa. Bekerjalah dengan
mempercayai orang lain.
Contoh Entrepreneur: Gordon Moore, pendiri Intel.

7. The Fireball.
Sebuah bisnis yang dimiliki oleh si Bola Api ini biasanya
dioperasikan dengan penuh hidup, energi dan optimisme.
Pelanggan merasa perusahaan Anda dijalankan dengan tingkah
laku
yang fun.

Personality Alert: Anda bisa jadi berkomitmen yang berlebihan terhadap tim Anda
dan bertingkah laku terlalu impulsif. Seimbangkan keimpulsivan
Anda dengan rencana bisnis.
Contoh Entrepreneur: Malcolm Forbes, penerbit dan pendiri Forbes Magazine.

8. The Hero.
Anda memiliki kemauan dan kemampuan yang luar biasa dalam
memimpin dunia dan bisnis Anda melalui segala macam tantangan.
Anda adalah inti dari kewirausahaaan dan bisa mengumpulkan
banyak perusahaan besar.

Personality Alert: Terlalu mengumbar janji dan menggunakan taktik kekuatan penuh
untuk mendapatkan sesuatu dengan cara Anda tidak akan berhasil
dalam jangka waktu panjang. Untuk menjadi sukses,
percayailah keterampilan kepemimpinan Anda untuk menolong
orang lain menemukan jalan mereka.
Contoh Entrepreneur: Jack Welch, CEO GE.

9. The Healer.
Jika Anda adalah seorang 'penyembuh', Anda bersifat
pengasuh dan penjaga keharmonisan dalam bisnis Anda. Anda
memiliki kemampuan bertahan yang luar biasa dan keteguhan
disertai dengan ketenangan dari dalam.

Personality Alert: Karena sifat perhatian Anda dan kepenyembuhan Anda
dalam menjalankan bisnis, Anda bisa jadi menghindari realitas
di luar sana dan selalu terlalu berharap. Gunakan skenario
perencanaan untuk persiapan datangnya masalah.
Contoh Entrepreneur: Ben Cohen, salah satu pendiri Ben & Jerry's Ice Cream.

Nah, dengan mengetahui 9 tipe kepribadian dalam
menjalankan sebuah bisnis, Anda bisa lebih terarah dalam
membangun bisnis .


Salam Hangat,

Minggu, Desember 07, 2008

8 Kiat Sukses Menjadi Netpreneur!

Terima kasih Anda masih terus setia membaca postingan saya.

Berikut ini, saya akan berbagi kiat-kiat sukses menjadi
netpreneur, diantaranya adalah:

1. Kecepatan.
Dengan segala percepatan perkembangan teknologi, globalisasi,
dan internet, laju perubahan pun semakin cepat dari yang pernah
dibayangkan. Karena itu, Anda harus bisa mengantisipasinya
dan sanggup bereaksi cepat, tapi juga penuh perhitungan.

2. Kemampuan Beradaptasi.
Laju perubahan yang terjadi pada dunia internet membutuhkan
bisnis yang lebih fleksibel dan adaptif dibandingkan sebelumnya.
Anda harus menambah pengetahuan dan mampu menginterpretasinya,
serta secara cepat merespon perubahan tersebut dimanapun
terjadinya baik dalam teknologi dan kompetisi, juga pada
pergantian pola pasar dan pembeli-.

3. Eksperimen.
Seorang netpreneur harus bersedia mencoba ide-ide baru di pasar
yang dibidiknya. Anda tidak memiliki banyak waktu atau hanya
mengandalkan 'market research' yang sudah tidak up to date
untuk mengevaluasi tindakan-tindakan Anda . Eksperimen dan
siap bergerak cepat untuk beradaptasi dengan apa yang
dibutuhkan dan diinginkan pasar kepada Anda .

4. Inovasi Yang Konstan.
Meluncurkan produk ke pasar hanyalah sebuah permulaan.
Dorongan kompetisi yang tak kenal henti dan tuntutan pasar
terhadap perbaikan membuat fokus bisnis pada inovasi sangat
penting.

5. Kolaborasi.
Sudah menjadi sifat dari netpreneur menjadi kolaboratif. Anda
tidak bisa bekerja sendiri di pergerakan dengan kecepatan
seperti ini. Internet memungkinkan Anda melibatkan banyak
pemilik perusahaan dalam setiap langkah. Mulai dari kelahiran
sebuah produk melalui riset, pembangunan produk, pengemasan,
pengiriman, support dan proses perbaikan yang terus berjalan.

6. Jadilah Penggerak Distribusi.
Tantangan nyata dari dunia bisnis saat ini adalah distribusi
penyebaran merek serta identitas produk dan jasa Anda -.
Satu hal yang paling terasa, internet memperkecil hambatan
distribusi. Untuk itu, Anda harus membangun merek dan saluran
distribusi demi kesinambungan kesuksesan bisnis.

7. Fokus Pada Niche Market.
Internet menjangkau dan mendistribusi kesempatan bisnis pada pasar
baru yang terbuka. Karena itu, netpreneur harus memfokuskan pada
sektor pasar yang terdefinisi dengan baik -yaitu pada niche market
atau pasar ceruk- agar dapat meraih posisi dominan atau menemukan
pasar yang belum atau kurang terlayani. Walau kenyataannya,
kesempatan yang paling menggairahkan terletak pada menciptakan
pasar yang baru.

8. Jadilah Multidisipliner.
Perusahaan dalam era ekonomi baru seperti sekarang menciptakan
solusi dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti
teknologi, content, grafis, layanan dan hubungan. Karena itu,
seorang netpreneur sukses biasanya memahami berbagai disiplin
ilmu.

Itulah kemampuan yang harus dimiliki seorang netpreneur dalam
lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat.

Cheers,

Minggu, November 30, 2008

Faktor 'V' - Kunci Sukses Utama Dalam Bisnis

Di posting sebelumnya kami sudah menjelaskan tentang karakter
yang harus Anda miliki untuk menjadi seorang Entrepreuneur,
Namun dibalik semua karakter yang harus dimiliki, pastikan juga
Andri memiliki faktor 'V' yang banyak dimiliki oleh para
entrepreneur sukses. Faktor 'V' ini adalah VISI.

Walt Disney penggagas Disneyland- adalah salah satu contoh
entrepreneur yang memiliki visi. Dalam perayaan pembukaan
Disneyland, seseorang menyayangkan Disney yang tak sempat
melihat Disneyland berdiri karena terlanjur dipanggil yang
Maha Kuasa. Tetapi istrinya berkata, Percayalah, dia sudah
melihatnya.

Di masa sekarang, entrepreneur seperti Jeff Bezos pendiri
Amazon.com, Jerry Yang pendiri Yahoo!, Meg Whitman pendiri
eBay, Steve Case pendiri America Online menjadi milyuner
dalam waktu kurang dari 5 tahun. Faktor utama penentu
kesuksesan mereka adalah *visi kreatif* mereka.

Suatu persamaan yang membuat para entrepreneur tersebut
sukses dalam waktu lebih singkat dibandingkan entrepreneur
di masa sebelumnya yang membutuhkan waktu belasan bahkan
puluhan tahun untuk sukses adalah keberhasilan
mengidentifikasi dan mengeksploitasi kesempatan-kesempatan
baru yang muncul dari era ekonomi baru, era internet!


Cheers,

Sabtu, November 29, 2008

Karakter yang harus dimiliki untuk menjadi seorang Entrepreuneur

Kali ini saya akan menjelaskan tentang karakter yang harus
Anda miliki untuk menjadi seorang Entrepreuneur.

Bagaimanapun, untuk menjadi entrepreneur, tak cukup memiliki
pengetahuan tentang bisnis. Karakter atau jiwa entrepreneur
juga sangat dibutuhkan. Karena itu penting sekali mengajukan
pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri Anda sendiri
untuk mengetahui seberapa besar karakter entrepreneur Anda.

1. Berapa besar komitmen Anda?
Seorang entrepreneur sukses memiliki komitmen yang besar
terhadap bisnisnya. Mudah dipahami memang, tapi sulit dalam
prakteknya. Jika Anda masih berangan-angan memiliki bisnis
sendiri dan belum memulainya, barangkali Anda mesti memperkuat
komitmen Anda dan siap dengan segala resikonya. Bagaimanapun,
tak satupun bisnis di dunia ini yang aman dari resiko. Walau
begitu, resiko juga bisa dimanajemen bukan?! :-)

2. Apakah gelas Anda setengah penuh atau setengah kosong?
Tidak semua orang optimis adalah entrepreneur, tetapi
hampir semua entrepreneur adalah orang-orang optimis.
Setiap entrepreneur biasanya memiliki kemampuan melihat
kesempatan positif dari suatu tantangan situasi. Tanpa
keyakinan optimistis, maka akan sulit memotivasi karyawan,
bertahan pada masa-masa sulit dan mengembangkan bisnis.

3. Apakah Anda senang membuat keputusan?
Keputusan berarti komitmen. Keputusan yang salah bisa mengarah
pada masalah dan menghilangkan rasa hormat dari suatu kelompok.
Memiliki sebuah bisnis -khususnya yang modalnya tidak besar-
berarti harus siap membuat keputusan dengan market research
terbatas dan informasi yang kurang lengkap. Nah, kira-kira
apakah Anda senang membuat keputusan-keputusan demikian?

4. Apakah Anda memiliki uang untuk membuat cita-cita bisnis
Anda terwujud?
Jangan berhenti dulu dari pekerjaan sehari-hari, sampai
Anda memiliki modal yang cukup untuk kelangsungan bisnis.
Memenuhi kebutuhan keuangan untuk bisnis tidaklah mudah dan perlu
pengorbanan pribadi apakah itu dari tabungan, pinjaman bank,
dll-. Anda juga harus siap jika ternyata ada yang tidak berjalan
sesuai rencana. Nah, apakah Anda sanggup menyokong
kelangsungan business plan agar bisnis Anda tetap bertahan?

5. Apakah Anda senang menjual?
Dalam bisnis, penjualan adalah bagian alami dari segala pekerjaan
bahkan jika mereka tidak pernah bekerja di bidang penjualan
sekalipun-. Sebagai seorang entrepreneur, pekerjaan Anda adalah
'menjual'. Menjual produk Anda, visi perusahaan dan diri Anda
sendiri. Dan Anda harus melakukan ini setiap hari, dalam setiap
waktu. Jika Anda menikmatinya, Andri memang seorang
entrepreneur sejati. :-)

Jika Anda menjawab YA pada sebagian besar
pertanyaan-pertanyaan di atas, berarti Anda memiliki
karakter entrepreneur dan siap untuk memiliki bisnis
sendiri.

Tetapi jika sebagian besar jawabannya adalah TIDAK,
sebaiknya pertimbangkan untuk menggaet partner bisnis untuk
membantu membuat rencana bisnis Anda menjadi kenyataan. :-)


Cheers,

Kamis, November 27, 2008

4 Pertanyaan Yang Harus Ketahui Sebelum Membuat Hobi Menjadi Bisnis

Hello

Hari ini saya mau berbagi informasi mengenai hal-hal apa
saja yang perlu Anda ketahui sebelum terjun ke dunia
bisnis yang berasal dari hobi. Mudah-mudahan informasi ini
bermanfaat untuk Anda :-)

Memang sih, KELEBIHAN dari membuka bisnis yang berasal
dari hobi, kita tahu betul bahwa kita akan menikmatinya. Kita
juga akan merasa lebih 'fun' dalam mengerjakannya. Jauuhhh..
dari rasa bosen! :-)

Tapi apa benar begitu? Sebelum memutuskan untuk membuat
hobi Anda menjadi bisnis, coba ajukan pertanyaan-pertanyaan
ini ke diri sendiri terlebih dulu.

1. Apakah Anda bersedia melakukan sesuatu yang
berulang-ulang terus?
Diharuskan mengerjakan sesuatu secara berulang-ulang dengan
baik tentu sangat berbeda dengan mengerjakan aktivitas rekreasi
(hobi) tanpa tekanan dan tanpa target bisnis.

Tentu saja jika ingin mengubah hobi menjadi bisnis, Anda
harus siap dengan konsekuensi ini.

2. Apakah hobi Anda cukup berharga untuk dijadikan bisnis?
Jangan hanya memikirkan kesenangan Anda semata. Lakukan
"market research" sebelum membuat hobi Anda menjadi bisnis.
Jika ternyata prospeknya kurang menguntungkan, sebaiknya jangan
dipaksakan. :-)

3. Apakah hobi Anda bisa tetap memotivasi Anda dalam
menjalankan bisnis hingga 15-20 tahun mendatang?
Tantangan nyata dalam menjalani bisnis yang berasal dari
hobi adalah bagaimana membuat hobi tersebut tetap
menantang, menarik dan berarti sebagai bisnis dalam 15-20
tahun mendatang. Untuk itu, buat daftar mengenai hal-hal
yang paling menarik dan menantang bagi Anda. Lalu tetapkan
satu atau dua ide paling potensial yang bisa memotivasi
Anda dalam menjalankan bisnis.

4. Apakah Anda tetap akan menikmatinya walau...
Jika kelak Anda diharuskan menghasilkan 10 ribu karya atau
melakukan hobi Anda ratusan kali setiap tahun, apakah Anda
akan tetap menikmati hobi Anda?

Intinya, memang tidak ada yang salah dengan membuat hobi
menjadi bisnis. Hanya saja matangkan konsep, lakukan market
research dan rancang business plan sebelum menjalankannya.

Hal penting lainnya adalah memiliki pengetahuan bagaimana
memasarkan bisnis Anda baik secara offline maupun online.
Karena tanpa marketing yang tepat, tidak ada orang yang
akan membeli produk Anda.

Cheers.....

Senin, November 24, 2008

7 Alasan Utama Mempromosikan Bisnis Melalui Internet

Walaupun anda sudah memiliki bisnis 'offline' sendiri,
mempromosikan bisnis anda melalui internet tetap PENTING.

Karena hal ini yang akan membuat anda selangkah lebih maju
daripada kompetitor. Bahkan juga bisa melipatgandakan
keuntungan anda. Mengapa begitu?

Karena internet memiliki kelebihan-kelebihan berikut ini:

1. Siap Sedia 24 Jam
Tidak seperti praktek bisnis offline lainnya yang layanannya
tergantung pada hari kerja dan jam kerja, web site anda
selalu siap sedia 24 jam serta bisa diakses oleh pelanggan
dari mana saja dan kapan saja.

2. Menjangkau Pangsa Pasar Yang Tertarget
Melalui promosi online, anda bisa secara efektif memasarkan
bisnis berdasarkan pangsa pasar yang ditargetkan. Baik dari
segi area, minat, kebutuhan pelanggan, bahasa, dan lain-lain.

3. Mengangkat Citra Bisnis anda
Dengan memiliki sebuah web site, citra (image) bisnis anda
bisa terangkat. Walau bisnis anda tidak besar, tetapi
melalui kehadiran secara online, citra bisnis anda akan
terangkat dibandingkan kompetitor lain dan bisa bersaing
dengan perusahaan besar.

4. Biaya Pemasaran Yang Lebih Efektif Dan Efisien
Karena pemasaran melalui internet sangat tertarget dan biaya
relatif lebih rendah dibanding pemasaran offline, sehingga
biaya yang dikeluarkan untuk pemasarannya juga lebih
efektif dan efisien.

5. 'Memposisikan' Bisnis anda Di Masa Depan!
Semakin hari, semakin banyak bisnis yang hadir secara online.
Demikian juga kompetitor anda. Kalau tidak sekarang,
kelak pun mereka akan menghadirkan bisnisnya melalui internet.
Karena itu, kehadiran situs bisnis anda di internet,
setidaknya telah menolong memposisikan bisnis anda
di masa depan.

6. Mempermudah anda Dalam Membangun Hubungan Baik
Dengan Pelanggan.
Karena internet adalah media yang interaktif, anda dengan
mudah menjalin komunikasi dan menjaga hubungan baik dengan
pelanggan. Baik itu melalui newsletter, kotak saran,
survey/polling, forum,dll. Kelebihan macam-macam perangkat
ini, Anda bisa melayani banyak pelanggan dalam satu waktu.
Lebih hemat waktu, tenaga dan biaya, bukan ?! :-)

7. Sistem Otomatisasi Yang Responsif
Melalui sistem otomatisasi, web site anda bisa memberikan
respon dengan cepat jika datang pesanan atau permintaan
informasi bisnis anda yang lebih lengkap dari pelanggan.
Di jaman yang serba instan ini, kecepatan layanan adalah
kemutlakan, bukan?! :-)

Selasa, Agustus 05, 2008

THE PASSION OF JIM CAVIEZEL

Kisah dari aktor film "The Passion of the Christ"
Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam Film "The Passion of the Christ".

Inilah kesaksiannya. . .

JIM CAVIEZEL ADALAH SEORANG AKTOR BIASA DENGAN PERAN-PERAN KECIL DALAM FILM-FILM YANG JUGA TIDAK BESAR. PERAN TERBAIK YANG PERNAH DIMILIKINYA SEBELUM "THE PASSION" ADALAH SEBUAH FILM PERANG YANG BERJUDUL "THE THIN RED LINE". ITUPUN HANYA SALAH SATU PERAN DARI BEGITU BANYAK AKTOR BESAR YANG BERPERAN DALAM FILM KOLOSAL ITU. Dalam "The Thin Red Line", Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan akhirnya musuh pun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan, keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson, yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya. "Saya terkejut pada suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah, Dia ini Tuhan, siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan memerankannya? Mereka pasti bercanda."

Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, "Hallo, ini Mel". Kata suara dari telpon tersebut. "Mel siapa?" tanya saya bingung. Saya tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu aktor dan sutradara Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya menyanggupinya.

Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film-film lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus belajar bahasa dan dialek Aramik, bahasa yang digunakan pada masa itu.
Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah risiko terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai aktor di Hollywood.

Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan risiko tersebut. Memang biasanya aktor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai lagi dalam film-film lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis pertunjukan di Hollywood. Sehingga habislah seluruh karir saya dalam dunia perfilman.

Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah jadi bermain dalam film itu, saya katakan padanya. "Mel apakah engkau memilihku karena inisial namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?"

Mel menggeleng setengah terperangah, terkejut, menurutnya ini menjadi agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di "Thin Red Line".

"Baiklah, Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung risikonya, mari kita buat film ini!"

Maka saya pun ikut terjun dalam proyek film tersebut.. Dalam persiapan karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, "Dapatkah saya melakukannya?" Keraguan meliputi saya sepanjang waktu.. Apa yang seorang Anak Tuhan pikirkan, rasakan, dan lakukan? Pertanyaan-pertanyaan tersebut membingungkan saya, karena begitu banyak referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda.

Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunan-Nya melakukan semua ini.

Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa lalu saya bukan seseorang yang dalam hubungan intim dengan-Nya. Saya memang lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik dalam diri saya.

Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA dan kampus, yang bermimpi menjadi seorang pemain NBA yang besar. Namun cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola basket.
Saya sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti hancur seluruh hidup saya.

Saya kemudian mencoba peruntungan dalam casting-casting, sebuah peran sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran mungkin menjadi jalan hidup saya.. Kemudian saya mendalami seni peran dengan masuk dalam akademi seni peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar casting.

Dan kini saya telah berada di puncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau yang mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendak-Mu.

Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada bayangan saya.
Di make-up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan tetap berdiri, saya adalah orang satu-satunya di lokasi syuting yang hampir tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yang lain duduk-duduk santai sambil minum kopi. Kostum kasar yang sangat tidak nyaman, menyebabkan gatal-gatal sepanjang hari syuting dan membuat saya sangat tertekan. Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin seperti yang dipikul oleh Yesus saat itu. Saat mereka meletakkan salib itu di pundak saya, saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh- sungguh terkejut. Salib itu terlalu berat, tidak mungkin orang biasa memikulnya, namun saya mencobanya dengan sekuat tenaga.
Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. Dan sayapun melolong kesakitan, minta pertolongan. Para kru mengira itu akting yang luar biasa, mereka tidak tahu kalau saya dalam kecelakaan sebenarnya. Saat saya memulai memaki, menyumpah dan hampir pingsan karena tidak tahan dengan sakitnya, maka merekapun terkejut, sadar apa yang sesungguhnya terjadi dan segera memberikan saya perawatan medis.

Sungguh saya merasa seperti setan karena memaki dan menyumpah seperti itu, namun saya hanya manusia biasa yang tidak biasa menahannya. Saat dalam pemulihan dan penyembuhan, Mel datang pada saya. Ia bertanya apakah saya ingin melanjutkan film ini, ia berkata ia sangat mengerti kalau saya menolak untuk melanjutkan film itu.
Saya berkata pada Mel, "Saya tidak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus seberat dan semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Tuhan Yesus mau memikul salib itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau sebagian kecil saja. Mari kita teruskan film ini."
Maka mereka mengganti salib itu dengan ukuran yang lebih kecil dan dengan bahan yang lebih ringan, agar bahu saya tidak terlepas lagi, dan mengulang seluruh adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton lihat di dalam film itu merupakan salib yang lebih kecil dari aslinya.
Bagian syuting selanjutnya adalah bagian yang mungkin paling mengerikan, baik bagi penonton dan juga bagi saya, yaitu syuting penyambukan Yesus. Saya gemetar menghadapi adegan itu, karena cambuk yang digunakan itu sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi papan setebal 3 cm.
Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi papan. Saya tersengat, berteriak kesakitan, bergulingan di tanah sambil memaki orang yang mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera mengerubungi saya untuk memberi pertolongan.

Tapi bagian paling sulit, bahkan hampir gagal dibuat yaitu pada bagian penyaliban. Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sedingin musim salju, para kru dan figuran harus manggunakan mantel yang sangat tebal untuk menahan dingin. Sementara saya harus telanjang dan tergantung di atas kayu salib, di atas bukit yang tertinggi disitu. Angin dari bukit itu bertiup seperti ribuan pisau menghujam tubuh saya. Saya terkena hypothermia (penyakit kedinginan yang biasa mematikan), seluruh tubuh saya lumpuh tak bisa bergerak, mulut saya gemetar bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting, karena nyawa saya jadi taruhannya.

Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya sungguh depresi.
Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas kemanusiaan saya.
Dari adegan-keadegan lain semua kru hanya menonton dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak mampu lagi baru mereka menghentikan adegan itu. Ini semua membawa saya pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai manusia.

Saya sungguh hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga seringkali saya harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa. Hanya untuk berdoa, berseru kepada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini. Saya tidak bisa, masih tidak bisa membayangkan bagaimana Yesus sendiri melalui semua itu, bagaimana menderitanya Dia. Dia bukan sekedar mati, tetapi mengalami penderitaan luar biasa yang panjang dan sangat menyakitkan, bagi fisik maupun jiwa-Nya.

Dan peristiwa terakhir yang merupakan mukjizat dalam pembuatan film itu adalah saat saya ada di atas kayu salib. Saat itu tempat syuting mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung diatas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya terjadi seperti yang diceritakan.
Saya ketakutan tergantung di atas kayu salib itu, disamping kami ada di bukit yang tinggi, saya adalah objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar. Baru saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara menggelegar sangat kencang. Dan sayapun tidak sadarkan diri.
Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah berkumpul di sekeliling saya, sambil berteriak-teriak, "Dia sadar! Dia sadar!".
"Apa yang telah terjadi?" tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah halilintar telah menghantam saya di atas salib itu, sehingga mereka segera menurunkan saya dari situ. Tubuh saya menghitam karena hangus, dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh sebuah mukjizat kalau saya selamat dari peristiwa itu.

Melihat dan merenungkan semua itu seringkali saya bertanya, "Tuhan, apakah Engkau menginginkan film ini dibuat? Mengapa semua kesulitan ini terjadi? Apakah Engkau menginginkan film ini untuk dihentikan?"
Namun saya terus berjalan, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan. Selama itu benar, kita harus terus melangkah. Semuanya itu adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat kepada-Nya, supaya iman kita tetap kuat dalam ujian.

Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting itu memerankan Yesus. Oh... itu sangat luar biasa...mengagumkan ... tidak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah hadirat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan sendiri berada di situ, menjadi sutradara atau merasuki saya memerankan diri-Nya sendiri.

Itu adalah pengalaman yang tak terkatakan. Semua yang ikut terlibat dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya, tidak ada yang terkecuali. Pemeran salah satu prajurit Roma yang mencambuki saya itu adalah seorang muslim, setelah adegan tersebut, ia menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang. Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi. Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti.
Berkat Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor. Walaupun saya harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan film ini.

Saya harap mereka yang menonton "The Passion Of Jesus Christ", tidak melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan menjadi kecewa.
Tetap pandang hanya kepada Yesus saja, dan jangan lihat yang lain. Sejak banyak bergumul dalam doa selama pembuatan film itu, berdoa menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam hidup saya. Film itu telah menyentuh dan mengubah hidup saya, saya berharap juga hal yang sama terjadi pada hidup anda. Amin.

Sabtu, Agustus 02, 2008

Speedy Khusus Jabodetabek & Purwakarta

TELKOM Divisi Regional II (Jabodetabek & Purwakarta) mulai tanggal 1 Agustus 2008 sampai dengan 31 Januari 2009 memanjakan pelanggannya dengan memberikan free charge (bebas usage) atau akses unlimited kepada semua pelanggan Speedy paket limited (Personal, Timebased, Profesional) mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 08.00 WIB pagi. Ini berarti tidak ada pengurangan kuota untuk pemakaian di dalam rentang waktu tersebut.

Dalam memberlakukan program bebas pemakaian ini, ada beberapa syarat & ketentuan yang diberlakukan yaitu:

1. Awal dan akhir akses Speedy hanya berlaku dalam rentang waktu mulai pukul 20.00 malam dan berakhir pukul 08.00 pagi.
2. Log in ataupun log out di luar waktu tersebut tetap dikenai charge seperti biasa (berlaku tarif normal).
3. Pemakaian melebihi 12 jam secara terus menerus dikenakan tarif normal.
4. Berlaku bagi pelanggan lama maupun pelanggan baru.
5. Berlaku pada 3 paket layanan Speedy limited yaitu Speedy Personal, Speedy Time based dan Speedy Profesional.
6. Tarif excess usage atau over quota tetap sesuai tarif normal.
7. Besaran kuota limited tetap sesuai aturan kuota yang berlaku.
8. Akses yang melebihi 12 jam tetap akan dikenakan charge normal, walaupun saat melakukan log in dan log out berada dalam rentang waktu free of charge. Contoh: Pelanggan melakukan akses internet dari pukul 21.00 pada tanggal 15 Juli sampai dengan pukul 21.00 pada tanggal 16 Juli 2008. Meskipun log in dan log out berada di antara waktu pukul 20.00 sd 08.00, namun lama pemakaian adalah 24 jam (melebihi 12 jam).
9. Apabila pelanggan berkeinginan melakukan pengecekan terhadap besarnya usage pemakaian Speedy pada malam sebelumnya (pemakaian antara pukul 20.00 sampai dengan pukul 08.00), dapat dilakukan setelah pukul 09.00 mengingat antara pukul 08.00 sampai dengan pukul 09.00 TELKOM akan melakukan proses cleansing data usage terkait program ini.

Untuk mempermudah pengetahuan pelanggan terhadap program ini, beberapa contoh kasus di bawah ini akan menerangkan implementasi program gratis 8 malam sampai dengan 8 pagi ini sebagai berikut:

Kasus 1. Apabila pelanggan Speedy mulai mengakses internet pukul 19.00 WIB dan berakhir jam 22.00 WIB, maka pelanggan yang bersangkutan akan dikenakan charge penggunaan dengan tarif normal (tidak free charge), karena log in dilakukan sebelum periode program. Bagi pelanggan Speedy Timebased akan dikenakan charge normal untuk penggunaan selama 3 jam, sedangkan bagi pelanggan Speedy volume based usage tetap akan dicatat sesuai tarif normal.

Kasus 2. Apabila pelanggan Speedy mulai mengakses internet pukul 07.00 dan berakhir jam 12.00, maka pelanggan yang bersangkutan akan dikenakan charge penggunaan dengan tarif normal (tidak free charge), karena pemakaian melewati periode program atau berakhir sesudah pukul 08.00 pagi. Contoh bagi pelanggan Speedy Timebased akan dikenakan charge normal untuk penggunaan selama 5 jam.

Kasus 3. Apabila pelanggan Speedy mulai mengakses internet pukul 19.00 dan berakhir jam 09.00, maka pelanggan yang bersangkutan akan dikenakan charge penggunaan dengan tarif normal (tidak free charge), karena pemakaian melewati periode program (mulai sebelum pukul 20.00 dan berakhir sesudah pukul 08.00). Contoh bagi pelanggan Speedy Timebased akan dikenakan charge normal untuk penggunaan selama 14 jam.

Tips dalam melakukan pemakaian untuk mendapatkan free of charge atau program unlimited malam hari ini adalah:

* Pastikan Anda melakukan log in dan log out dengan acuan jam yang terdapat di www.telkomspeedy.com yang telah disesuaikan dengan standar waktu Indonesia bagian barat.

* Login mulai pukul 20.00 malam (jangan kurang walau hanya 1 detik) dan logout sebelum pukul 08.00 pagi (jangan lebih walau hanya 1 detik).

* Cek pemakaian kira-kira mulai pukul 09.00 pagi harinya untuk memastikan bahwa usage Anda pada malam sebelumnya sudah dihapus.

Senin, Juli 21, 2008

Jual NSR-RR '01





Guys.....

Gw mao jual NSR-RR neh. Motor idaman gw neh sejak dari SMA hehehe....

Spesifikasi :

Model/Type : NSR-RR Astra
Tahun : 2001
Warna : Merah-Putih
Mesin : 2 tak / 150 cc
Plat No Pilihan : D 5000 ME
Ban Depan : Battlax BT45 100/80-17
Ban Belakang : Battlax BT45 130/70-18
Knalpot : Racing ( knalpot std msh ada )
Kilometer : 23000an
RC Valve : Hidup ( OK )
Harga : Rp. 21.500.000 ( SOLD....)



Best Regards,

Andri Yonathan H, SE.

Kamis, Desember 20, 2007

Jangan Menjadi Karyawan

Ingin Kaya Raya ? Jangan lama lama jadi Karyawan.
Oleh : Bp.Purdi E Chandra

Sebelum melepas si buyung kuliah di Yogya, awal 90-an, Baharudin, seorang dosen universitas di Padang, berpesan pada si Buyung, " Belajarlah yang giat, raih nilai dan rangking di kelasmu, niscaya kamu akan mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi. Itu jaminan masa depan yang pasti ".
Buyung memang anak patuh. Delapan tahun kemudian, ia sudah bergelar Master dalam ilmu Ekonomi, termuda di angkatannya. Buyung menjadi senior manager di sebuah bank swasta dengan gaji tinggi. Ia bisa mengkredit BMW dan mencicil rumah type 120.
Sayang, badai krismon membuat bank tempat Buyung bekerja masuk perawatan BPPN dan ia masuk daftar PHK. Karena masa kerja belum lama, pesangonnya tak cukup menutup tagihan mobil dan rumahnya.
Beruntung, teman lamanya di Yogya, menawari peluang menjadi dosen di universitas swasta di Yogya. Peluang itu diambil. Konsekwensinya, meski bergelar master, ia hanya mendapat gaji seperempat dari jumlah yang diterimanya semasa menjadi bankir. Ia mulai hidup baru : tinggal di rumah kontrakan sederhana dengan kijang butut yang dibeli dari sisa pesangon. Sambil berjuang keras mencari proyek penelitian yang siapa tahu bisa jadi kejutan ekonomi keluarganya. Buyung mulai sadar, " Nilai dan prestasi terbaik di kelas bukan jaminan mendapat penghasilan baik dan jaminan masa depan. Saya mohon saran Bang Purdi untuk mencarikan solusi ". tulis Buyung dalam email yang dikirim ke mailboks pribadi saya.
Rupanya buyung keliru mengindentifikasi penyebab kegagalan kariernya. Bukan itu sebabnya, tapi karena Buyung terkondisi dengan sebuah mindset : mencari pekerjaan dan menjadi karyawan adalah satu - satunya jalan setelah lulus kuliah. Pola pikir mengambil resiko tak pernah ada.
Semua tahu, nyaris setiap bangun tidur diva kenamaan Indonesia Kris Dayanti, sudah ditawari peluang konser dengan honor ratusan juta hanya dengan menyanyi tiga atau lima lagu saja. Belum lagi tawaran iklan berbagai produk. Tapi pernahkah kita dengar, Kris menamatkan kuliah dan meraih gelar ?
Tak perlu contoh lain, kalau dulu memilih menamatkan kuliah di UGM, hampir pasti saya tak akan berani memulai bisnis Bimbingan Belajar Primagama, yang kini telah berubah menjadi Holding company beromzet ratusan milyar. Meski dulu saya belum pernah mendengar kata - kata Robert T Kiyosaki, " If You Want To Be Rich and Happy, Don't Go To School ? " , saya sudah sadar, pintar dan dapat rangking di sekolah tidak menjamin seseorang akan sukses dan kaya raya. Saya bahkan yakin, semakin lama seseorang sekolah, semakin tidak kreatiflah ia. Dan ia semakin takut mengambil resiko.
Kris Dayanti bisa saja meraup puluhan bahkan seratus juta lebih dari konsernya, tapi seorang pengusaha event organizer yang kreatif, mampu meraup lebih dari satu milyar rupiah dari banyaknya sponsor dan penjualan tiket penonton konser Kris Dayanti yang dikelolanya.
Kita semua tahu, lewat pekerjaan yang ditekuninya bertahun - tahun pada akhirnya orang ingin hidup makmur dan terjamin masa depannya. Istilah gampangnya, hidup kaya raya. Tapi tak banyak orang yang menyadari bahwa sejak masuk kuliah, sebenarnya seseorang telah menyiapkan dirinya untuk hidup miskin.
Mustahil seorang bidan, misalnya, akan mampu mengkredit sebuah Toyota Kijang LGX di usia pensiunnya, kecuali dia memiliki jiwa entrepreneur. Misalnya dengan mengelola klinik atau rumah bersalin di rumah yang bisa dikelola bersama kolega bidan lain. Grup RS Herlina di Jakarta salah satu kisah sukses dari hal ini.
Banyak orang tak juga menyadari, terlalu lama menjadi karyawan dan merasa sukses dengan keberhasilan - keberhasilan adalah semu belaka. Kalau kita menjadi seorang manager marketing bank, dan suatu ketika berhasil memasarkan produk perbankan tempat kita bekerja, kita tentu berharap mendapat kenaikan gaji dari sukses itu. Dan ketika itu didapat, kita merasa berhasil. Padahal, keuntungan sang pemilik bank jauh berlipat kali dari kenaikan gaji yang diberikan pada para karyawannya. Jadi, siapa yang lebih untung : Karyawan yang punya ide marketing jitu, atau pemilik bank yang pasif dan mampu membayar lebih mahal para karyawan yang kreatif untuk mengelola uangnya menjadi berlipat kali. Jadi mengapa mesti bertahan jadi karyawan ?
Sebuah bisnis kadang bisa dimulai dari kesadaran akan potensi diri sendiri, sayangnya tak banyak orang menyadarinya. Untuk memulai sebuah bisnis, seorang ahli farmasi, misalnya , kadang tak sadar bahwa keahliannya adalah modal utama untuk memulai bisnisnya. Sang ahli farmasi yang bermaindset long life to be an employee tak sadar, ketika berhasil menemukan formula anti kanker ia memilih menjual paten penemuannya pada pabrik farmasi besar dan menerima royalti tanpa pernah tahu berapa persis keuntungan bersih yang tentu saja jauh berlipat kali dari royalti yang diberikan pada penemunya. Padahal, bisa saja sang penemu memilih mencari mitra bisnis yang mau membiayai penemuannya menjadi sebuah bisnis farmasi yang besar dan profitable.
Jadi jangan terlalu lama menjadi karyawan, mulailah mewujudkan mimpi untuk menemukan jalan menjadi pengusaha yang mapan secara finansial. yakinlah, jutaan peluang bisnis selalu tersedia. Lihatlah peluang yang belum dikerjakan orang. Seperti kita tahu, sudah banyak orang menjual wedhang jahe. tapi bagaimana membuat wedhang jahe mampu menghasilkan uang milyaran dollar ? Itu yang perlu kita cari tahu dan mencobanya. [ Dikutip dari Majalah Entrepreneur - Indonesia Edisi 11/Th I / 7 Mei - 7 Juni 2004 ].

Rabu, Desember 12, 2007

Tujuh Kiat Sukses ! ! !

Tujuh Kiat Sukses

Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan. Itulah kira-kira kesimpulan dari penelitian selama 40 tahun terhadap orang-orang sukses. Yang dicoba ditemukan dari mereka adalah bagaimana dan mengapa mereka tergerak untuk menjadi teratas di bidang masing-masing, dari olah raga, pendidikan, hingga pasar modal. Apa sebenarnya yang mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses?

Berikut ada tujuh hal yang dilakukan mereka dalam meraih sukses:

  1. Orang sukses mau mengambil risiko. Mereka berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.
  2. Orang sukses percaya diri dan merasakan bahwa mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.
  3. Orang sukses menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, lapangan tenis atau lapangan golf.
  4. Orang sukses adalah pelajar seumur hidup. Mereka menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.
  5. Orang sukses berpandangan positif terhadap apa yang dapat mereka kerjakan, dan ini meluas pada hal-hal lain. Mereka percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.
  6. Orang sukses punya banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.
  7. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah, dan mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.

Rasanya, Anda bisa juga mencoba. Siapa tahu Anda pun mampu mengikuti jejak mereka.


Best Regards,



Andri Yonathan Halim, SE


Selasa, Desember 11, 2007

Bisnis Yang Luar Biasa

Bisnis MLM

Buka dengan game buku besar hal 61 untuk mengawali mengajak mereka untuk melihat bisnis MLM benar – benar sebagai salah satu bidang mata pencaharian yang bisa di jadikan untuk sandaran masa depan, AJAK UNTUK memiliki sudut pandang yang BERBEDA dari masyarakat awam / kebanyakan.

Bisnis MLM adl sebuah pengembangan bisnis seperti layaknya bisnis franchise, MLM juga bagian dari bisnis ( ref buku cashflow Q dr robert T ) jelaskan perbedaan yang terdapat di Bisnis konv dan MLM

PERBANDINGAN Konvensional dan MLM

  1. modal besar karena ( MLM ada tapi kecil )

- …..tempat (juga biaya untuk renovasi dll ),

- stok barang (kadang2 ada biaya gudang bagi yang skala besar,

- dibutuhkan modal lipat karena biasanya pada bidang tertentu dibayar mundur oleh pelanggannya ( terutama yang bukan pada end user )

sehingga hanya mereka yang memiliki modal besar yang bisa menjadi mata rantai saluran distribusi di konvensional.

  1. ada biaya : ( MLM ada tapi tidak sebesar konvensional hanya item tertentu)

- biaya untuk listrik, telpon, air (bila ada )

- biaya untuk tenaga kerja administrasi dll

- biaya marketing ( untuk promosi : advertising, hadiah dll.) ini cukup besar dan di MLM tidak ada.

  1. terdapat selisih harga untuk mata rantai dari pabrik s/d konsumen. Di MLM ini yang menjadi bonus distributor.
  2. ada biaya untuk re – investasi untuk penyusutan aset maupun untuk pengembangan perusahaan ( baik secara benda maupun SDM untuk melatih agar lebih menguasai bidangnya ini di MLM ada tetapi tidak sebanyak konvensional kitapun juga mengembangkan SDM kita sendiri maupun rekan kerja kita ( bila dibutuhkan tetapi ybs biasanya membiayai sendiri kecuali kasus2 tertentu.
  3. pendapatan tidak terbatas tetapi hal itu bisa dilakukan dengan cara pengembangan / ekspansi tetapi membutuhkan biaya yang sangat besar atau bisa dibilang modal harus di besarkan karena minimal harus memiliki stok barang yang lebih bahkan tempat . Di MLM ada biaya tetapi juga kecil sekali tidak sebesar di konvensional ( kalau pengembangan ke luar kota ) kita tinggal menambah kelebaran kita
  4. resiko besar terutama yang bukan end user

- meliputi resiko di bawa lari oleh pelanggannya,

- kerusakan barang yang menjadi persediaan baik penyebab intern ( salah prosedur penyimpanan, salah prediksi untuk stok / kelebihan stok produk atau kebakaran, maupun ekstern ( keterlambatan pengiriman dari pihak ekspedisi atau kerusakan yang terjadi di pihak ekspedisi baik karena kecelakaan atau hilang kecurian atau penyebab lain , yang penggantiannya biasanya tidak setara dengan harga produk dll.)

- kalau terjadi perselisihan dengan suplier, bisa mengakibatkan tidak mendapatkan barang

- resiko kalau terjadi bencana alam maupun huru – hara, di MLM hal ini sangat kecil sekali resikonya

  1. banyak permasalahan yang dihadapi :

- bidang ketenagakerjaan

- masalah intern baik administrasi maupun kemungkinan kebocoran keuangan dari pihak dalam.

- hubungan dengan pihak ke tiga ( pemerintahan , lingkungan ). Untuk di MLM permasalahan yang di hadapi jauh lebih kecil dan kalaupun ada selisih paham dengan rekan kerja baik Upline, downline maupun crossline dapat diselesaikan dengan mudah, dan sangat-sangat kecil sekali kemungkinan ada korban materi / fisik

  1. menghadapi persaingan dengan kompetitor yang kadang 2 menghalalkan segala cara , dan terus berusaha menjatuhkan dengan mencari setiap celah yang ada, mulai dari merusak sistem suplier, saluran distribusi, perang harga, mengandalkan kekuatan modal/keuangan, cara curang dengan merusak barang kompetitor dengan cara stok besar-besaran dan sengaja dirusak, berbeda dengan di dunia MLM . sulit untuk melakukan trik seperti itu karena tidak akan efektif
  2. hasil yang diperoleh maksimal sekitar 5 % pada umumnya kecuali produk tertentu dan biasanya hanya musiman karena setelah banyak yang meniru biasanya harga akan hancur. Di MLM hasil yang diperoleh kurang lebih sama, dan memiliki konsumen yang lebih loyal dikarenakan yang awalnya di Indonesia sales guide sales secara otomatis berubah menjadi user guide user contoh dari jul sampai ke dr hendarmin misalkan.
  3. untuk konvensional sulit untuk ditinggalkan berlama-lama ( lihat definisi robet T kiyosaki untuk bisnis yang sebenarnya setelah dijalankan 5 – 10 tahun kalau di tinggal berlibur sampai 1 tahun saat kembali bertambah besar bukan hancur ) hal ini untuk tingkat saluran distribusi di tingkat grosir apalagi pengecer biasanya tidak memiliki sistim yang baik sehingga pemilikinya tidak bisa meninggalkan terlalu lama karena akan hancur atau kehilangan pelanggan. Berbeda dengan bisnis HD yang memungkinkan untuk pensiun dini atau setelah 3-5 tahun bekerja bisa untuk pensiun, kalau memang dikehendaki, karena adanya sistem yang dimiliki oleh HD dan didukung oleh Billionaires, dengan pendidikan yang lengkap dan terstruktur dengan baik hal ini memudahkan kita untuk mengembangkan bisnis kita meskipun kita baru pertama kali berkenalan dengan bisnis MLM . ( tidak semua MLM mempunyai support sistem , suport sistem lah yang memungkinkan HD berkembang dengan baik dan cepat , penjelasan menyusul )
  4. bisa diwariskan tetapi kalau sistimnya tidak terbangun dengan baik akan hancur karena yang mewarisi tidak mempunyai kemampuan yang sama, atau lebih baik. Di MLM itu tidak akan terjadi karena apakah semua anaknya tidak ada yang mampu dari anak jul sampai ke anaknya ibu yenny dr malang misalkan.

Jadi kalau kita lihat maka MLM adalah bagian dari bisnis yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga membuat banyak orang dari berbagai kalangan bisa memulai bisnis. Dan saat ini merupakan salah satu profesi yang paling diimpikan oleh banyak orang di amerika, eropa, australia, sebagian asia seperti filipina, malaysia dan terutama jepang, di Indonesia sendiri hal ini masih belum dimengerti oleh banyak masyarakat, kita bisa melihat , dari dunia pendidikan Chichago Univ sudah mengeluarkan gelar khusus untuk jurusan MLM juga di bahas di majalah seperti Success Magazine, serta di Indonesia di majalah Warta Ekonomi, harian bisnis dan harian Surabaya Post yang memuat berita yang sama.

Tetapi sekali lagi saat ini masih sedikit yang mengetahuinya, anda bisa merasakan berapa orang disekeliling anda yang menekuni bidang MLM secara profesional, bandingkan dengan bidang lain , kalau anda memilih maka bidang yang anda pilih yang banyak pesaingnya atau yang sangat sangat sedikit sekali pesaingnya, di HD saja yang betul2 menekuni secara profesional sangat sedikit sekali baru sekitar 50 orang yang betul-betul

BISNIS MLM = +++ bisnis konv + +++ jadi karyawan

Yang enak-enaknya.

Kelebihan bisnis :

  1. pendapatan tak terbatas
  2. waktu bebas
  3. tidak ada yang memerintah atau memarahi
  4. kreatif mengembangkan imajinasi
  5. bisa diwariskan tetapi untuk itu dibutuhkan sistem yang sudah matang, kalau tidak kita sudah melihat banyak contoh orang tuanya bisa dengan baik melakukan tetapi saat di pegang anaknya hancur berantakan.

kekurangan bisnis :

  1. resiko modal, atau kebangkrutan secara materi.
  2. kepusingan yang diakibatkan oleh administrasi,
  3. kepusingan tenaga kerja dll
  4. untuk pengembangan butuh modal yang besar
  5. waktu habis untuk bisnis

kelebihan pegawai :

  1. pendapatan bisa dipastikan
  2. tidak membutuhkan modal yang besar ( karena 1 bulan pertama untuk biaya kita tetaplah sebagai modal.
  3. tidak memiliki resiko secara material
  4. tingkat kepusingan lebih rendah di banding pengusaha untuk adm maupun tenaga kerja
  5. ada pensiun tapi seberapa banyak dan hitung atau bandingkan dengan waktu yang diberikan selama 25 tahun ( mis 100 juta = 4 juta / tahun , = 333.333,33 / bulan, = 8 X 5 = 40 X 4 = 160 jam / bulan --- bila hanya 5 hari kerja , = 2083,33 / jam , kalau 500 juta ,=20 juta / tahun , = 1.666.666 / bulan , = 10.416,6 / jam , kalau setara 1 milyard pensiun kita

kekurangan pegawai :

  1. pendapatan tetap selama 1 tahun naik gaji rata-rata hanya 1 kali dengan besar berkisar maksimal 20 %
  2. sering terinjak secara emosional ( dimarahi baik salah maupun benar )
  3. waktu seakan dirampas oleh pemberi kerja
  4. perkembangan kreatifitas terbatas bahkan ada yang tidak sama sekali
  5. tidak bisa diwariskan

PANDANGAN NEGATIF tentang bisnis MLM dari masyarakat terutama kalau dijadikan sandaran hidup, atau pekerjaan utama :

  1. resiko kehilangan nafkah karena perusahaan mitra kerjanya kabur. apakah di bidang bisnis konvensional ataupun sebagai karyawan tidak memiliki resiko itu ???????? bagaimana kalau supliernya / pabriknya tersendat bahkan tutup, apa tidak sama ????
  2. menguntungkan orang lain, bagaimana dengan bidang yang lain ?????
  3. susah, semakin besar hal yang kita kerjakan tentunya taraf kesukarannya akan berbeda serta juga taraf pengorbanannya, kalau kita hanya puas dengan 1 juta perbulan tidak akan sesusah kalau kita ingin berkembang sampai 5 juta perbulan, apakah di bidang pencarian nafkah yang lain tidak sama ?????
  4. harus belajar ????
  5. harus ulet dan gigih ????
  6. harus kerja keras ????

Salam Hangat,

Andri Yonathan Halim, SE

Karyawan

SUKSES Karyawan

Menjadi seorang karyawan yang teladan, disenangi boss & teman di kantor, dapat penghargaan, naik gaji cepat, dapat bonus banyak, kesempatan dapat promosi / naik pangkat juga cepat.

Apa resepnya, gimana caranya ? gampang saja sebenarnya, tetapi susah untuk dijalankan. Susah bagi mereka yang kurang fokus dan tidak memiliki target dalam bekerja.

Gampang bagi mereka yang berpikir positif dan punya target dalam bekerja.Ini lho resepnya, kami buka semuanya ..!

Siap diperintah Atasan
Tanpa banyak gerutu, anda siap sedia diperintah oleh boss dan lakukan semaksimal mungkin pekerjaan itu. Kalau bisa melebihi dari apa yang ditugaskan, sehingga pencapaian anda selalu maksimal.

Disiplin
Dalam menjalankan tugas, disiplin waktu sangat penting. Anda semakin enak menjalankan pekerjaan jika waktu anda benar - benar teratur. Semakin anda pandai mengatur waktu, mobilitas anda tak terkalahkan.

Kreatif & Rajin
Jangan jadi robot, ide kreatif anda wajib dikembangkan, sikap Rajin dalam bekerja penting sekali. Banyak orang bekerja dengan rajin, tetapi melupakan kreatifitas, jadi yang ada adalah monoton dan bosan.

Berani Bersaing
Bersaing dengan yang lain ? kenapa tidak ! asalkan anda selalu dalam konteks positif dan sikap yang berani untuk maju dan berkompetisi secara wajar dan jujur.

Loyal
Jangan suka berhitung atau pilih - pilih tugas, lebih baik loyal kepada perusahaan, pulang agak telat dan coba gunakan waktu ini untuk belajar banyak dengan atasan anda.

Profesional
Apapun keputusan nya, sikap profesional anda mutlak. Jangan sekali - kali memunculkan sikap negatif anda, hal ini akan menjadi bomerang dikemudian hari.

Berjiwa besar
Kalau kalah bersaing, jujur saja akui itu. Toh waktu terus berjalan dan anda tidak berada di bawah terus, sikap legowo dan introspeksi diri sangatlah penting. Evaluasi diri anda dengan benar, tingkatkan lagi potensi diri anda.

Memutuskan sebuah kesimpulan yang ber ujung pada nasib, hoki dan takdir adalah sebuah keputusan final, dan itu tidaklah mutal 100 %. Jadi jangan humkum diri anda dengan perkataan sudah nasibnya...

Trik naik pangkat ?
Tehnik ini sudah dibuktikan oleh banyak orang sukses. Andapun bisa mencobanya sekarang :

Tempel Boss
Menempel boss bukan berati untuk cari muka, menjilat dan cari celah kosong. Orang lain akan bilang begitu kalau anda tidak memiliki keahlian atau ketrampilan khusus. Jadi ubah cara pandang orang lain itu dengan skill dan kemampuan anda yang menonjol.

Berani berpendapat
Coba berani berpendapat, orang yang cepat naik pangkat biasanya kritis, berani berargument positif dan care terhadap setiap soal. Biasanya boss selalu senang hal ini, siapa tahu anda jadi target utamanya.

Beda
Kalau di tempat kerja anda diwajibkan kerjasama dan kompak dalam bekerja, itu tidak berarti anda semua harus sama. Coba miliki ciri sendiri, sedikit beda dari yang lain, misalnya : dari cara berpakaian, sikap dan keahlian tambahan. Siapa tahu pas pemilihan juga diadakan vooting, nah...kebanyakan orang pasti memilih sesuatu yang beda tersebut. Untuk melakukan suatu pembaharuan, biasanya boss perlu yg sedikit beda, tampil pecaya diri.

Punya Ciri Khas
Punyai keahlian khusus, ada ciri khas nya dan jarang rekan anda memiliki keahlian itu, kemana mana anda selalu dicari dan dimintai tolong. Semakin banyak orang lain minta tolong, semakin menjual anda.....

Ide baru
Tumbuhkan ide baru, jangan miskin ide. Belajarlah sesuatu yang bisa membangkitkan semangat diri anda, walaupun kadangkala ide anda tidak diterima oleh atasan/ boss, setidaknya Ide baru ini sangat bermanfaat bagi diri anda sendiri untuk pengembangan kreatifitas.

SUKSES buat ANDA yang ingin menjadi Karyawan!!!

Best Regards,

Andri Yonathan Halim, SE.